Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

Friday, 4 October 2013

10 Kesalah Pahaman Tentang Islam

By Unknown | At 08:18 | Label : | 0 Comments
1.Islamic Terrorism
Misconception: Islam adalah teroris

Ini jauh kesalahpahaman Islam terbesar, tidak adil yang diberikan oleh masyarakat dan stereotyping gambar yang memberikan media. Has anyone else noticed cara tertentu ketika sekelompok orang menyerang orang lain kelompok ini diberi label sebagai 'hate crime', tetapi ketika seorang Muslim terbuka untuk siapa saja api cepat itu dianggap sebagai 'terorisme'. Banyak dictators politik dan para pejabat atau kelompok-kelompok ekstremis menggunakan nama Islam sebagai strategi untuk mengumpulkan pengikutnya dan perhatian ketika banyak dari mereka menentang praktek-praktek yang benar dasar Islam. Media juga digambarkan Islam sebagai agama atau sebuah klub di mana anda jika anda bergabung menjadi teroris dan yang kini bagian dari agenda. Namun di seluruh dunia praktek orang Islam di formulir yang benar dan menggunakannya sebagai cara hidup. Ada banyak ayat dalam Quran yang bertentangan dengan ide terorisme. Beberapa ayat-ayat termasuk "berperang di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi tidak melampaui batas Tuhan tidak suka batas." Ini berarti pada dasarnya tidak berperang kecuali dalam pembelaan diri dan bahkan dalam hal tersebut tidak pergi jauh pertahanan. Ayat lain menyatakan "jika mereka mencari perdamaian, maka anda mencari perdamaian," yang berarti tidak menyerang orang tanpa alasan atau bersalah membunuh orang. Tak ada dalam Islam, apakah ada di Quran atau ajaran Muhammad, yang mendorong pembunuhan orang bersalah. Digambarkan di atas adalah sebuah konferensi yang melawan Terorisme Islam.
2.By the sword
Kesalahpahaman: Islam telah menyebar oleh pedang


Sejarawan De Lacey O'Leary menyatakan "Sejarah membuatnya jelas bahwa legenda yang fanatik Islam melalui sweeping dan memaksa dunia Islam pada titik di pedang setelah menaklukkan ras adalah salah satu yang paling fantastically mustahil sejarahwan mitos yang pernah diulang. "Tidak ada dalam catatan sejarah menunjukkan bahwa orang yang dipaksa oleh pedang untuk masuk Islam. Ketika Islam menyebar melalui negara-negara mereka akan menyiapkan pribadi gereja dan sinagog untuk non muslim mereka dan pemerintahan yang baik karena mereka telah menerima perlakuan mereka sendiri akan dikonversi. Jika satu menganggap kecil jumlah umat Islam yang pada awalnya penyebaran Islam ke barat semua jalan dari Spanyol dan Maroko dan ke timur dari India dan Cina yang akan menyadari bahwa sebuah kelompok kecil dari orang-orang yang tidak bisa memaksa orang lain untuk menjadi anggota suatu agama terhadap mereka akan. Ianya juga menarik untuk dicatat bahwa ketika Mongol menyerang dan menaklukkan besar bagian dari kerajaan Islam, bukan merusak agama mereka diadopsi it!
3.Women's right
Kesalahpahaman: Perempuan tidak memiliki hak

Gambar seorang perempuan yang memakai kerudung dari kepala ke jari kaki, seorang perempuan yang mendapat keadilan yang tidak adil atau seorang perempuan yang tidak diperbolehkan untuk drive yang terlalu akrab gagasan ketika datang ke perawatan perempuan dalam Islam. Dan sementara ada negara-negara Muslim di dunia yang melaksanakan banyak rulings tajam terhadap perempuan, ini tidak boleh digambarkan sebagai hukum Islam. Banyak dari negara-negara tersebut memiliki perbedaan budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Perlu dicatat bahwa selama Arab pra-Islam perempuan hanya digunakan untuk persundalan dan tidak memiliki kemerdekaan. Kelahiran anak perempuan dalam keluarga dianggap menghinakan dan praktik anak perempuan yang tak terkendalikan. Ketika Islam datang ke ini, ayat-ayat dalam Quran dikutuk praktik anak perempuan. Islam banyak memberi kembali ke hak asasi manusia perempuan dan Muhammad (s) bahkan melaporkan bahwa "perempuan adalah memperdua kembar laki-laki." A Muslim perempuan diperbolehkan untuk menolak dan menerima pelamar untuk menikah dan mempunyai hak untuk mencari perceraian. Tidak ada apa-apa dalam Islam yang melarang seorang muslim wanita keluar dari rumahnya dan boleh berkendara. Juga dalam hal pendidikan, seorang wanita wajib untuk mencari pengetahuan dan dianggap sebagai dosa jika ia menolak.
4.Muslim Savages
Kesalahpahaman: Islam adalah kejam dan savages selama perang


Cukup Sebaliknya, bila perlu untuk melakukan perang ada aturan bahwa setiap sepuluh tentara Muslim harus mematuhi:

1. Jangan melakukan pengkhianatan
2. Tidak menyimpang dari jalan
3. Jangan memuntungkan mayat
4. Jangan membunuh anak-anak
5. Jangan membunuh perempuan
6. Jangan membunuh laki-laki berusia
7. Tidak membahayakan atau membakar pohon-pohon
8. Jangan menghancurkan bangunan
9. Jangan memusnahkan musuh dari kawanan, kecuali jika Anda menggunakannya untuk makanan
10. Bila Anda melewati orang-orang yang dikhususkan untuk kehidupan monastik layanan biarkan mereka sendirian

Selama crusades Salahuddin ketika ia dikalahkan franks yang terhormat yang dikalahkan Frankish tentara dan disertakan dengan makanan mereka dan selama tiga usaha ketika Saladin dari musuh raja Richard jatuh sakit, Saladin dikirim dia hadiah buah-buahan dan kuda.

5.Child bride
Kesalahpahaman: Nabi Muhammad adalah pedophile

Nabi Muhammad saw menikahi gadis berusia 9 tahun tidak ada buktinya,Walaupun seandainya memang dia menikahi seorang gadis berusia sembilan tahun,itu tidak merupakan pedophilia. Secara historis, usia di mana seorang gadis dianggap siap untuk menikah telah puberty. Ini merupakan kasus di Biblika kali, dan sekarang masih digunakan untuk menentukan usia perkawinan di berbagai belahan dunia. Ini merupakan bagian dari norma dan bukan merupakan sesuatu yang invented Islam. The girl ia telah menikah untuk mencapai masa pubertas 3 tahun sebelum menikah. Hal ini setelah mencapai usia masa remaja bahwa seseorang, laki-laki atau perempuan, menjadi hukum yang bertanggung jawab untuk tindakan mereka di bawah hukum Islam. Pada tahap ini, mereka diizinkan untuk membuat keputusan mereka sendiri dan bertanggung diadakan untuk mereka. Ia juga harus menyebutkan bahwa dalam Islam, adalah haram untuk memaksa seseorang untuk menikahi seseorang yang mereka tidak ingin menikah. Tidak ada indikasi bahwa pada waktu itu dikritik perkawinan ini disebabkan oleh gadis muda usia. Sebaliknya, perkawinan itu didorong oleh gadis yang dari keluarga dan telah disambut oleh masyarakat luas.
6.Islamic Jihad
Kesalahpahaman: Jihad berarti berjuang demi Tuhan


Arab yang benar arti kata jihad adalah perjuangan. Namun dalam Islam ini sering digunakan untuk menjelaskan berjuang di jalan Tuhan. Ada banyak bentuk jihad tetapi yang paling penting adalah Jihad al-nafs (jihad melawan diri orang), jihad bil-lisan (jihad dengan menjadi vokal), jihad bil yad (jihad dengan menggunakan tindakan), dan Jihad bis saif (jihad dengan menggunakan pedang). Setiap jihad diranking berbeda dan dilaporkan bahwa Muhammad kembali dari peperangan dan berkata: "Kami telah kembali dari jihad yang lebih rendah (yang terjadi dalam peperangan) ke jihad yang lebih besar (perjuangan jiwa)." Ini berarti bahwa seorang Muslim berjuang melawan dirinya dan jiwa adalah lebih penting daripada jihad yang terjadi dalam perang. Kesalahpahaman lain adalah bahwa hanya bila orang meninggal dalam perang tidak menjadi orang yang syahid. Hal ini, bagaimanapun, palsu dan ia percaya bahwa setiap orang melakukan sesuatu untuk kepentingan tuhan dan menjadi syahid terbunuh. Seseorang yang meninggal saat melaksanakan haji di Mekkah, seorang wanita yang meninggal saat melahirkan, atau bahkan seseorang yang mati dalam mobil crash ketika ia pada jalan ke masjid semua dianggap martir.
7.Religious intolerance
Kesalahpahaman: tiada Toleransi terhadap agama lain


"Bunuhlah yang infidel 'adalah frasa banyak orang percaya adalah ideologi yang memiliki umat Islam terhadap non muslim. Ini, namun, bukanlah benar memerankan Islam hukum. Islam selalu menghormati dan memberikan kebebasan agama bagi semua agama. Dalam Quran itu mengatakan "Allah tidak melarang kamu, dalam hal orang-orang yang memerangi kamu bukan untuk agama dan mengusir kamu dari rumahmu, dari menangani hormat dan adil dengan mereka, sebab Tuhan mengasihi orang-orang yang adil." Ada sejarah banyak contoh toleransi muslim terhadap agama lain. Salah satu contoh adalah ketika kalif Umar adalah penguasa Yerusalem dari 634-644 AD. Dia memberikan kebebasan kepada semua agama dan masyarakat mengatakan kepada penduduk kota yang aman dan tempat-tempat ibadah mereka tidak akan diambil dari mereka. Dia juga menyiapkan pengadilan yang ditujukan kepada non Muslim minoritas. Setiap kali dia akan mengunjungi tempat suci ia akan meminta kepala keluarga Kristen Sophronius (digambarkan di atas) untuk menemani dia.
8.Children's Right
Kesalahpahaman: Anak-anak tidak memiliki hak

Anak-anak, menurut hukum Islam, ada berbagai hak. Salah satunya adalah hak untuk benar membawa atas, dibangkitkan, dan pendidikan. Islam mendorong anak-anak untuk dibawa sampai dengan baik karena ia adalah tanggung jawab seorang dewasa untuk meningkatkan anaknya untuk menjadi moral dan etika dewasa. Anak-anak juga harus diperlakukan sama. Ketika memberikan hadiah keuangan mereka semua harus menjadi sama dan tidak ada pilihan di antara mereka. Bahkan anak-anak yang sedang diijinkan untuk mengambil dari kekayaan orang tua mereka untuk mempertahankan diri jika orang tua mereka menolak untuk memberikan dana untuk hidup benar. Seorang anak juga tidak diperbolehkan untuk mendapatkan hit di wajah atau terkena sesuatu yang lebih besar dari sebuah pensil.
9.Muslims and Yesus
Kesalahpahaman: Muslim dan Yesus

Ada banyak kesamaan antara sejarah referensi dari Kekristianan dan Islam. Banyak orang kagum untuk mengetahui bahwa menurut kepercayaan Muslim, Yesus adalah salah satu yang paling besar utusan Allah. Satu tidak dapat seorang Muslim tanpa percaya pada dara kelahiran dan banyak mukjizat Yesus Kristus. Yesus juga disebut dalam banyak ayat-ayat Quran dan lebih sering digunakan sebagai contoh yang baik dan kebaikan karakter. Namun, perbedaan antara Kristen dan Islam adalah bahwa umat Islam tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Digambarkan di atas adalah Yesus dalam Islam memerankan penghakiman yang terakhir.
10.Muslims adalah orang Arab
Kesalahpahaman: Semua umat Islam adalah Arab

Secara umum gambaran seorang Muslim adalah orang Arab memakai serban gelap dengan janggut panjang. Namun gambar ini adalah bagian dari umat Islam yang minoritas. Arab membuat hanya 15% dari populasi dunia Muslim. Sesungguhnya Timur Tengah datang di Asia Timur dengan ketiga datang pada pertama (69%) dan Afrika (27%) pada kedatangan kedua. Common kesalahpahaman lain adalah bahwa semua Arab adalah Islam. Sementara mayoritas Arab adalah Islam (75%), ada banyak agama lain yang termasuk amalan Arab Kristen dan Judaisme
 
From: http://argakencana.blogspot.com/2010/07/10-kesalah-pahaman-tentang-islam.html

3 Bocah Ajaib yang Menggemparkan Dunia Islam

By Unknown | At 02:02 | Label : , , , , | 0 Comments


“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al Hijr : 9).

Diantara cara Allah memelihara Al Qur’an adalah Dia memudahkan kitab suci dihafal oleh orang-orang yang dikehendakiNya. Diantara sekian banyak penghafal Qur’an, ada 3 bocah ajaib yang cukup menggemparkan dunia Islam di era modern ini.

1. Husein Tabattaba'i

Bocah ini berasal dari Iran. Selain hafal Qur'an, ia juga bisa menjelaskan isi Al Qur'an dalam bahasa Persi. Kecanggihan lainnya, ia bisa dengan mudah mencari surat apa ayat berapa ketika ditanya tentang Al Qur'an, layaknya search engine. Ia pun disebut-sebut sebagai mukjizat abad XX.

Pada Februari 1998, Husein Tabataba’i yang saat itu berusia 7 tahun menerima gelar doktor (honoris causa) dari Hijaz Colledge Islamic University di Inggris, setelah ia lulus ujian doktoral di sana dengan nilai 93 dalam bidang Science of The Retention of Holy Quran. Keterangan lebih jelas tentang Husein Tabattaba'i bisa dibaca di http://www.bersamadakwah.com/2011/09/kulwit-doktor-cilik-husein-tabatabai.html

2. Syarifuddin Khalifah

Bocah ini disebut sebagai mukjizat dari Afrika. Mengapa? karena Ia hafal Qur'an pada usia 1,5 tahun. Padahal orangtuanya adalah katolik. Selain itu, bocah dari Tanzania ini berhasil mengislamkan ribuan orang dalam usia 5 tahun.

Jika Husein Tabattaba’i hafal Qur’an karena “diprogram” sejak dini melalui pendidikan keluarga dan pendidikan Islam, Syarifuddin Khalifah hafal Qur’an secara misterius. Saat bayi lain baru belajar satu suku kata seperti menyebut panggilan “Ma” atau “Pa”, ia sudah melafalkan ayat Al-Qur’an. Sebelumnya, bayi Syarifuddin Khalifah sudah bisa berkata menolak dibaptis ketika ia dibawa ke gereja. Keislaman Syarifuddin Khalifah dan keajaiban-keajaibannya kemudian membawa kedua orangtuanya merengkuh hidayah. Keduanya pun masuk Islam.

Masa-masa menggemparkan terjadi setelah itu. Ketika bocah ajaib ini berkeliling mendakwahkan Islam. Kemampuan orasinya yang didasari pada hafalan Qur’an, ditambah dengan hafal Alkitab dan paham sejumlah agama dan keyakinan penduduk Afrika membuat mereka takjub. Tidak sedikit kemudian orang yang mendapatkan hidayah melalui dakwah bocah ajaib itu. Lebih jelas tentang Syarifuddin Khalifah bisa dibaca di http://www.bersamadakwah.com/2012/12/kisah-nyata-syarifuddin-mengislamkan.html

3. Rukkayatu Fatahu Umar
Jika dua bocah sebelumnya adalah laki-laki, bocah muslim ajaib ketiga ini perempuan. Ia berasal dari Nigeria. Pada usia 3 tahun ia telah hafal seluruh Al Qur'an. Ia lulus ujian para ulama pada 24 Januari 2013 kemarin, saat wisuda sekolah Syekh Dhahiru. Sebelumnya, orang-orang di wilayah Baauchi penasaran dengan cerita gadis tiga tahun yang hafal Al Qur’an. Akhirnya rasa penasaran mereka terjawab setelah menyaksikan kemampuan Rukkayatu Fatahu Umar pada acara wisuda tersebut.

Rukkayatu mulai menghafal saat berkunjung ke sekolah bersama ibunya yang seorang guru. Di sana ia mendengar dan menirukan siswa kelas hafalan. Lebih jelas tentang Rukkayatu bisa dibaca di http://www.bersamadakwah.com/2013/02/keajaiban-dari-nigeria-bocah-3-tahun.html

From: http://www.bersamadakwah.com/2013/02/3-bocah-ajaib-yang-menggemparkan-dunia.html

Monday, 30 September 2013

Muslim Malawi Temukan Solusi Atasi HIV/AIDS dari Alquran

By Unknown | At 15:46 | Label : , , | 0 Comments
Terjemahan Alquran
REPUBLIKA.CO.ID, LILONGWE -- Tingginya angka infeksi HIV/AIDS di Malawi mendorong umat Islam membuat satu kampanye kesadaraan. Mereka manfaatkan Alquran guna menyebarkan pesan hidup sehat.

"Kami tidak memiliki solusinya darimana pun kecuali di Alquran," kata Khadijah Hamdan, anggota eksekutif, organisasi perempuan Muslim Malawi, seperti dikutip Onislam.net, Senin (30/9).

Menurut Khadijah, tingkat infeksi sudah sampai pada tahap membahayakan. Karenanya, melalui ajaran Islam yang terdapat pada Alquran, ada harapan untuk menekan angka infeksi. 

Malawi merupakan negera dengan angka prevalensi HIV/AIDS yang cukup tinggi di kawasan Sub Sahara. Data Komisi Aids Nasional (NAC) mencatat terjadi seribu kasus HIV baru per harinya. "Ini alasan menjadikan Alquran sebagai senjata guna memandu kami untuk menangangi pencegahan maupun pengobatan," kata Khadijah.

Komunitas Muslim, kata Khadijah, sangat perhatian atas masalah ini. "Kami didik masyarakat bagaimana hidup sehat, termasuk masalah soal kesehatan reproduksi," tuturnya.

Mariam Khan, Pendiri Yayasan Aids Network (Musanet) mengatakan advokasi dengan memanfaatkan Alquran merupakan inovasi yang sudah lama dirintis. Inovasi ini cukup membantu kepada mereka yang telah terinfeksi ataupun masyarakat umum yang masih belum paham soal itu. "Inovasi ini sangat efektif," katanya.

Innalilahi wa Inna Ilaihi Roji'un. ( Tolong Jangan Diabaikan!!! )

By Unknown | At 13:56 | Label : , | 0 Comments
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarrakatuuhh..

Bagi yang melihat Foto ini, sempatkanlah untuk menulis ‘‘AAMIIIN’’ di kolom reply kalian.

Nama adik kita ini adalah Asy-syahidah Manal Ratib Abdurrazaq. Ia menjadi korban Pembantaian Hulah-Syria (25 Mei 2013).
Tidak ada lagi kata yang mampu menggambarkan penderitaan anak-anak Syria. Hasbunallah Wa Ni'mal Wakil.

"Cukuplah Allah sebagai Pelindung dan Penolong kami"

Ya Allah, Hanya Engkaulah Pelindung dan Penolong kami, Selamatkanlah bumi Syiria dari berbagai macam Pembantaian, Pemberangusan dan Pembumi-hangusan yang keji.

Ya Allah. Selamatkanlah Adik2 kami, dan Saudara2 kami disana dari pembantaian, pemerkosaan, dan penganiayaan.. Tempatkanlah Adik2 kami, dan Saudara2 kami yang meninggal disana ditempat yang Mulia disisimu, dan terimalah mereka Sebagai Syuhada (Syahid). Allahumma Aamiiin.

Semoga Allah mengabulkan Do'a kita.

Insya Allah Bermanfaat.. Salam Santun Wa Ukhwah Fillah..

From: http://www.kaskus.co.id/thread/51b721688327cfdd3c00000a/innalilahi-wa-inna-ilaihi-rojiun--tolong-jangan-diabaikan

Sunday, 22 September 2013

Haji Mabrur Bukanlah Misteri

By Unknown | At 23:21 | Label : | 0 Comments
 Akhir wukuf di Arafah (inet)
dakwatuna.com. Banyak orang menjadikan haji mabrur sebagai sebuah misteri. Sehingga kadang menjadi monopoli seseorang untuk mengatakan bahwa hajinya mabrur, dan haji orang lain tidak. Kalau kita mengetahui maknanya, haji mabrur adalah sesuatu yang jelas, dan bisa kita usahakan.
Rasulullah saw. berjanji bahwa orang yang hajinya mabrur akan diampuni semua dosanya, dan akan dimasukkan ke dalam surga. Oleh karena itu haji mabrur menjadi keinginan setiap orang.
Secara bahasa, haji seseorang akan dikatakan mabrur di antaranya jika orang tersebut melakukan amal-amal al-birr dalam pelaksanaan hajinya. Sedangkan amalan al-birr mempunyai beberapa makna, di antaranya:
Makna Pertama, Berbuat Baik kepada Orang Lain
Suatu kali Rasulullah saw. ditanya tentang maksud al-birr. Beliau menjawab, “Al-birr adalah akhlak yang baik.” [HR. Muslim]. Beliau juga berkata, “Al-Birr itu adalah hal yang sangat sederhana; menampakkan wajah yang cerah, dan menuturkan kata-kata yang lembut.” [HR. Al-Baihaqi].
Bersikap ramah dan berkata lembut sangatlah diperlukan dalam ibadah haji. Menurut para ulama, dua hal itu menunjukkan perintah untuk melakukan segala sikap yang baik; dengan lisan maupun perbuatan. Hal itu karena menunaikan ibadah haji memerlukan perjalanan jauh,
Dalam bahasa Arab, perjalanan disebut dengan kata “safara” yang bermakna menampakkan. Disebut demikian karena perjalanan memang bisa menampakkan perangai asli seseorang. Egoisme, tidak sabaran, pemarah, akan tampak dalam perjalanan. Menahan dan merubah perangai buruk adalah hal yang sangat berat. Sehingga tidak mengherankan jika diterima-tidaknya sebuah haji.
Di antara bentuk akhlak mulia bagi seorang musafir adalah membantu dalam hal bekal perjalanan, tidak banyak berbeda pendapat apalagi berdebat, dan banyak bercanda yang tidak membuat murka Allah swt. Tanpa hal-hal itu, suasana haji yang seharusnya bersifat ukhrawi akan berubah menjadi suasana yang penuh pertengkaran, rebutan, dan sebagainya. Karena jumlah mereka sangat banyak; masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan.
Ada seorang ulama yang membuat sebuah kesimpulan bahwa melayani sesama musafir lebih utama daripada ibadah yang dilakukan sesaat. Apalagi jika karena ibadah, seseorang jadi tergantung kepada bantuan orang lain.
Ada sebuah kisah, seorang ahli ibadah bernama Bahim Al-‘Ajaly pergi haji bersama seorang yang kaya. Di awal perjalanan mereka, Al-‘Ajaly menangis. Beliau berkata, “Perjalanan ini mengingatkanku kepada perjalanan menuju Allah swt.” Kemudian beliau menangis sejadi-jadinya. Kejadian ini membuat orang kaya itu khawatir akan repotnya bepergian bersama orang yang seperti ini.
Ketika pulang haji, ada seseorang yang menemui orang kaya tersebut. Dia bertanya, “Bagaimana perjalanan bersama Al-‘Ajaly?” Orang kaya tersebut menjawab, “Demi Allah, aku tidak yakin ada manusia seperti beliau. Beliau memenuhi kebutuhan-kebutuhanku, padahal beliau miskin sedangkan aku kaya. Kalau ada hal yang perlu dikerjakan, beliau juga yang mengerjakannya, padahal beliau sudah tua sedangkan aku masih muda. Beliau juga yang memasak makanan, padahal beliau sedang berpuasa sedangkan aku tidak.”
Lain lagi dengan kisah Abdullah bin Mubarak. Bila hendak menunaikan ibadah haji, beliau menawarkan kepada sahabat-sahabatnya, “Siapa yang ingin menunaikan ibadah haji?” Kalau ada yang mau, beliau mengambil uang-uang mereka. Beliau masukkan ke dalam sebuah peti, lalu beliau tutup dan kunci rapat-rapat. Selama dalam perjalanan dan melaksanakan ibadah haji, beliau memenuhi seluruh kebutuhan mereka; memberi mereka makanan yang enak-enak; dan memberi mereka hadiah-hadiah untuk dibawa ke kampung halaman. Setelah selesai dan pulang dari haji, beliau mengumpulkan mereka lagi dengan membawa peti. Lalu beliau kembalikan semua uang mereka yang tersimpan utuh dalam peti tersebut.
Makna Kedua, Melaksanakan Semua Ketaatan dan Meninggalkan Kemaksiatan
Selain melaksanakan semua ibadah wajib, seorang haji juga hendaknya banyak melaksanakan ibadah sunah. Seperti Rasulullah saw. yang selalu melaksanakan qiyamullail walaupun dalam perjalanan. Beliau melakukannya di atas untanya. Ada seorang ulama Yaman bernama Al-Mughirah bin Al-Hakim yang pergi haji dengan berjalan kaki. Setiap malam beliau menghabiskan sepertiga Al-Qur’an. Kadang beliau berhenti jalan untuk menghabiskannya dalam shalat. Pagi harinya baru beliau menyusul rombongan. Kadang baru dapat bertemu dengan mereka di sore hari.
Selain amalan al-birr, seorang haji yang ingin mabrur hajinya juga hendaknya meninggalkan semua yang dilarang Allah swt. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” [Al-Baqarah: 197].
Disebutkan pentingnya berbekal taqwa. Beberapa ulama salaf berkata, “Bertakwalah. Sesungguhnya orang yang bertakwa tidak akan merasa sendirian.” Bertakwa berhubungan sangat erat dengan meninggalkan larangan Allah swt. Karena takwa artinya adalah takut siksaan-Nya, sehingga tidak melakukan sebuah dosa.
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bekal perjalanan haji. Bekal haji harus dari harta yang halal. Bagaimana mungkin mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan harta yang tidak suci? Bagaimana mungkin membersihkan diri dengan amalan yang kotor? Bekal yang tidak suci akan membebani kita dalam beramal. Kalaupun bisa beramal, amalan itu tidak akan diterima Allah swt., karena Allah swt. hanya menerima hal-hal yang suci.
Hal yang sama pentingnya adalah menjaga niat hajinya. Jangan sampai haji tersebut diniatkan untuk riya’ (supaya dilihat orang lain), sum’ah (supaya didengar orang lain), berbangga-banggaan, sombong, dan sebagainya. Hendaknya haji diniatkan ikhlash hanya untuk Allah swt., kemudian dilaksanakan dengan penuh khusyu’ dan tawadhu’. Kalau tidak demikian, haji hanya menjadi amalan yang sia-sia.
Pernah ada orang yang berkata kepada Ibnu Umar ra., “Sungguh banyak orang yang melaksanakan haji.” Beliau menjawab, “Sungguh sedikit orang yang melaksanakan ibadah haji.” Kemudian ketika datang seorang yang sangat lusuh, menunggang unta yang kurus, beliau berkata, “Mungkin inilah orang yang melaksanakan haji.”
Syuraikh mengatakan, “Orang yang melaksanakan haji itu sedikit walaupun rombongan haji itu banyak. Sungguh banyak orang yang melakukan kebaikan, tapi sungguh sedikit dari mereka yang mengharap ridha Allah swt. Banyak orang yang bepergian mengarungi padang pasir, tapi yang sampai kepada tujuan hanyalah sedikit.” Wallahu A’lam

Kenapa Kita Harus Curiga Pada PKS?

By Unknown | At 23:07 | Label : , | 0 Comments
dakwatuna.com - Selepas pembantaian rakyat sipil oleh rezim kudeta militer di Mesir beberapa waktu lalu, kalangan aktivis Islam Indonesia dibuat geger oleh kicauan dua tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) di jagad Twitter. Dua intelektual muda JIL itu, Ulil Abshar Abdalla dan Zuhairi Misrawi berkicau tentang bahaya kaum islamis bagi negara dan bangsa Indonesia.
Zuhairi Misrawi mengatakan dalam akun twitternya, “kaum Islamis di negeri ini patut bersyukur, karena kita tidak akan membunuh mereka. Di Mesir, mereka dibunuh dan dinistakan”. Kontan saja kicauan yang berbau fasisme itu mengundang kritikan di sosial media.
Twit Ulil Abshar Abdalla menjelaskan siapa ‘kaum Islamis’ yang dimaksud. Dalam twitternya, mantan koordinator JIL itu mengatakan: ““Tak mau Indonesia mengalami problem Mesir? Jangan biarkan kekuatan Islamis membesar di Indonesia. Itu kata kuncinya,” di waktu berbeda Ulil sampaikan, “Tugas kita adalah melakukan kritik terus-menerus agar ideologi Islamis di Indonesia yang dibawa PKS tak meluas pengaruhnya,” kicau @ulil.
Kita tidak akan bahas bagaimana reaksi kelompok-kelompok gerakan Islam terhadap kicauan dua tokoh paling moncer di Jaringan Islam Liberal itu, tanggapan Fahri Hamzah, wakil Sekjen PKS, cukup mewakili bagaimana PKS menghadapi kicauan tokoh muda yang pemikirannya tidak populer di kalangan Nahdlatul Ulama tersebut.
Dalam akunnya, @Fahrihamzah katakan: “ulil dan kawan-kawan gak usah khawatir dengan PKS, sebab prosedur menjatuhkannya ada dalam jadwal demokrasi kita..,” kicaunya.
Dari ‘perang maya’ tersebut menarik memang melihat fakta bagaimana seorang Fahri Hamzah dari kalangan Islamis mengedepankan sistem demokrasi untuk menerima peralihan kekuasaan, “prosedurnya ada dalam jadwal demokrasi kita” katanya., namun pada saat yang sama seorang liberalis dan pembela asas-asas demokrasi seperti Zuhairi dan Ulil justru terkesan mencari-cari celah untuk membenarkan kudeta terhadap pemerintah yang dipilih secara sah dan konstitusional melalui prosedur-prosedur demokrasi. Kicauan Ulil dan Misrawi ini berbanding terbalik dengan apa yang kerap mereka presentasikan dalam seminar-seminar mengenai penerimaan terhadap demokrasi, prinsip-prinsip egalitarianisme, humanisme, dst. Padahal pada zaman modern dan manusiawi ini, kita semua tahu, jika boleh mengutip Fahri Hamzah, “untuk atau atas nama apapun kepemimpinan sipil haram dijatuhkan secara militer apalagi dengan alasan kepuasan publik. Survey boleh menunjukkan kepuasan di bawah 50% kepada presiden @SBYudhoyono tapi dia haram dijatuhkan secara kudeta. Presiden di negara demokrasi hanya bisa dijatuhkan via pemilu atau karena melakukan pelanggaran hukum berat.”
Ketakutan terhadap PKS
Saya mencoba memahami ketakutan Ulil, Misrawi, dan kalangan yang satu mazhab dengan mereka secara pemikiran terhadap kekuatan islamis-terutama PKS. Tampaknya PKS dalam pandangan kelompok liberal adalah gerakan Islam yang hanya memanfaatkan prosedur-prosedur demokrasi untuk kemudian menghilangkan demokrasi itu sendiri ketika sudah mendapatkan kekuasaan. Ketakutan kalangan liberal terhadap PKS bisa kita lihat dalam banyak artikel, misalnya tulisan Ahmad Najib BurhaniPiagam Jakarta, dan Piagam Madinah” yang dimuat di salah satu koran Nasional tahun 2004. Juga artikel “Memahami Realitas PKS” karya Happy Susanto (2008) di situs Jaringan Islam Liberal yang mengatakan bahwa PKS secara pure hanya mengadopsi ideologi timur tengah tanpa adanya “indigenisasi” dengan konteks “kekinian dan kedisinian” Indonesia.
Memang di sinilah kelemahan demokrasi. Sistem politik dari Yunani kuno tersebut tidak memiliki ‘self defence mechanism’ atau mekanisme pertahanan diri. Demokrasi akan membiarkan siapapun mengikuti kontestasi pemilu, bahkan kepada kelompok yang paling tidak demokratis sekalipun. Demokrasi secara sah akan—dan harus—mengakuinya secara konstitusional. Dan ketika pemenang pemilu justru membunuh demokrasi itu sendiri di parlemen melalui voting untuk mengganti konstitusi negara dengan sistem selainnya, maka pada waktu itu demokrasi tidak bisa menolong dirinya sendiri.
Hal inilah yang ditakutkan oleh kelompok liberal. Tetapi cara pandang “anak-anak JIL” ini menjadi absurd, ketika pada saat yang sama kelompok kecil ini justru mengakui rezim kudeta Mesir yang terang benderang menodai kanvas demokrasi kita di mana militer melakukan coup d’etat terhadap Presiden Mursi, pemenang sah Pemilu Mesir. Sungguh anomali ketika kita melihat, Fahri Hamzah yang berasal dari kalangan Islamis, justru lebih demokratis daripada Ulil dan Misrawi dari kelompok JIL. Anomali karena selama ini kalangan liberal acapkali menuding kalangan Islamis sebagai kelompok yang tidak demokratis. Terang sudah mana yang betul-betul demokratis, dan mana yang sekadar lips service.
Kenapa Curiga pada PKS?
Melihat keberadaan PKS dalam konteks demokrasi kita memang menarik. Para pengamat politik mengidentifikasi PKS dengan sebutan kaum Islamist democrat (Demokrat Islamis), yakni kelompok Islam yang menjalankan demokrasi, setidaknya demokrasi elektoral, tetapi tetap memperteguh identitas dan agenda-agenda Islam ke dalam kehidupan publik (Mujani, 2004). Istilah islamist democrat ini menurut pengamat politik senior Saiful Mujani, adalah suatu contradictio interminis, atau ungkapan yang mengandung pengertian kontradiktif di dalam dirinya.
Tentu mudah dipahami mengapa fenomena islamis democrat disebut sebagai sebuah kontradiksi, karena selama ini pattern yang terbentuk antara gerakan Islam dan demokrasi adalah dua hal tidak pernah bisa bertemu. Kita bisa melihat pandangan-pandangan tersebut melalui pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir, Jamaah Ansharut Tauhid, dan kelompok-kelompok anti demokrasi lainnya.
Padahal dalam konteks PKS kita akan menemukan pandangan lain. Membahas bagaimana relasi Islam-Negara dalam kacamata PKS adalah hal yang menarik. Lihat bagaimana Anis Matta, Presiden PKS itu memosisikan demokrasi dalam kacamata yang lebih luas alih-alih sempit pikir seperti Hizbut Tahrir yang menghinadina demokrasi sejak awalnya. Dalam kacamata Anis Matta sebagaimana tertuang dalam bukunya Menikmati Demokrasi, demokrasi adalah sebuah kanvas di mana semua orang boleh melukis.
“Semua individu dalam masyarakat demokrasi sama dengan individu lain. Semua sama-sama bebas berpikir, berekspresi, bertindak, dan memilih jalan hidup. Tidak boleh ada rasa takut, ada tekanan, terutama dari militer. Kebebasan hanya dibatasi oleh kebebasan yang sama.”
Anis melanjutkan, “Namun kebebasan (dalam demokrasi) ini ada harganya. Para pelaku dakwah memang bebas menjalankan dakwahnya. Tetapi pelaku kemungkaran juga bebas melakukan kemungkaran. Yang berlaku di sini bukan hukum benar-salah, tapi hukum legalitas. Sesuatu itu harus legal, walaupun salah. Dan sesuatu itu benar tapi tidak legal, adalah salah. Jadi tugas kita adalah bagaimana mempertemukan antara kebenaran dan legalitas. Bagaimana menjadikan sesuatu yang haram dalam pandangan agama, menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif, dan apa yang diperbolehkan oleh agama menjadi legal dalam hukum positif itu.”
Dari pandangan Anis tadi, tampak jelas bagaimana PKS menerima demokrasi sebagai bagian dari cara mereka menyampaikan aspirasi. Sama persis dengan apa yang berada dalam benak kalangan sekuler yang juga menyampaikan aspirasinya lewat demokrasi. Yang berbeda dari keduanya hanya pada tataran ide apa yang diperjuangkan. Dan memang karena itulah demokrasi diperlukan: sebagai melting pot dari ragam ide yang tumbuh di masyarakat. PKS menyampaikan apa yang diinginkannya melalui prosedur demokrasi yang sah dan konstitusional, seraya tetap menghargai keragaman dan multikulturalitas dalam masyarakat. Itulah mengapa PKS menerima demokrasi sebagai sarana perjuangan.
Lihat bagaimana Fahri Hamzah dalam buku tebalnya berjudul, “Negara, Pasar dan Rakyat” (2010) menggambarkan demokrasi, “demokrasi sejalan dengan ide modernisasi yang menuntut adanya perubahan di segala bidang kehidupan. Tradisi Islam bukanlah warisan kaku yang hanya mempertahankan corak klasiknya. Meski pada awalnya Islam tidak mengenal prinsip demokrasi, namun gagasan universal demokrasi sejalan dengan prinsip Islam… tidak ada halangan bagi agama untuk berdampingan dengan demokrasi. Dalam prinsip Islam elemen-elemen demokrasi meliputi prinsip-prinsip tertentu seperti syura, musawah, adalah, amanah, masuliyah, dan hurriyah.”
Pandangan realistis dan akomodatif semacam ini terhadap demokrasi sejatinya sejalan dengan pandangan seorang ulama dunia yang cukup dihormati di Indonesia, yaitu Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya Fiqh Daulah (Fikih Negara)
Khilafah versus Nation State
Menarik sekali apa yang dikatakan oleh John L.Esposito, dalam bukunya Islam and Politics (1985) Esposito mengatakan bahwa di kalangan kelompok-kelompok Islam terdapat kesamaan mengenai “bukan negara Islam”, tetapi justru terdapat perbedaan mengenai “negara Islam”. Apakah ia harus berbentuk Negara trans-nasional atau bolehkah berbentuk nation-state (Negara bangsa)?
Di kalangan gerakan Islam, terma khilafah paling nyaring disuarakan oleh Hizbut Tahrir (HT) sekalipun tidak tampak jelas mau dibawa ke mana arah perjuangan tersebut setelah HT berdiri sejak 1953. Impian tentang khilafah sebagai negara yang adil, makmur, sejahtera, memang membuai sebagian masyarakat. Kejenuhan terhadap realitas yang senjang, kekacauan sosial, dan sebagainya membuat sebagian orang memilih hidup dalam romantisme masa lalu, dan terbuai dalam keindahan masa depan seraya mencela zaman ini.
Jauh sebelumnya, hal serupa sebetulnya telah terimajinasikan dalam benak seorang filosof Muslim, Al-Farabi (870-950) yang memimpikan sebuah negara damai, adil makmur, sejahtera, dan seribu keutamaan lainnya yang ia tuangkan dalam sebuah kitab berjudul Araa Ahl l-Madiinah al-Fadhilah. Sebegitu indahnya Negara tersebut hingga ide al-Farabi itu lebih sering dikritik sebagai sebuah utopia.
Sekalipun sebetulnya secara performa luar kader PKS agak mirip dengan Syabab Hizbut Tahrir, namun pandangan dua kelompok dari gerakan Islam ini rupanya berbeda. Mudah untuk memahami bahwa sebagai gerakan ekstra parlemen yang pekerjaannya “hanya mengkritik”, tentu mudah bagi HT untuk bekerja dan menawarkan solusi-solusi di ranah wacana semata. Dan kita akan paham bahwa negara trans nasional yang didirikan HT akan menjadi “negara yang menakutkan” karena kelompok ini memiliki pandangan untuk membentuk sebuah negara super power “satu negara untuk seluruh dunia Islam” sebagaimana makna khilafah yang dicetuskan oleh pendiri HT, Taqiyuddin an-Nabhani (1909-1979). Artinya selepas kekhilafahan berdiri, maka berikutnya akan terjadi penaklukan-penaklukan ke seluruh dunia untuk melebarkan wilayah kekuasaannya.
PKS tidak memahami khilafah dalam definisi sedemikian. Lihat bagaimana seorang pendiri PKS, Hidayat Nur Wahid menjawab ketika ditanya tentang pandangannya mengenai pemerintahan Islam:
“Jangan berpolemik mengamandemen UUD 1945 untuk menghadirkan pemerintahan Islam (khilâfah Islâmiyah). Kita sudah lelah dengan polemik, akan lebih bijak jika berkonsentrasi untuk melaksanakan ajaran agama. Lebih penting adalah agar seluruh masyarakat Indonesia melaksanakan ajaran agama seperti dalam pasal 29 UUD 1945. Jika agama dilaksanakan oleh semua umat beragama pada tingkat moral dan etos kerja saya kira akan membawa dampak positif bagi moral bangsa.”
Lebih tegas tentang khilafah, HNW melanjutkan:
“Pada zaman sekarang ini, apakah yang namanya kekhalifahan harus berwujud dengan nama khilâfah, bukankah negara republik atau kerajaan pada skala tertentu bisa disebut khilâfah? Apapun namanya, republik atau kerajaan, kalau di situ terlaksana dengan baik nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, keislaman, pemberdayaan, tidak terjadi praktek-praktek korupsi, penindasan, kezhaliman, nepotisme, tirani, dan kemudian terjadi mekanisme kepemimpinan yang islami, bisa disebut sebagai kekhalifahan itu sendiri. Dalam konteks Indonesia yang sudah berbentuk republik, tidak perlu lagi diubah namanya menjadi kekhalifahan.”
Melihat pandangan HNW ini, tak perlu rasanya kita menaruh curiga bahwa jika PKS berkuasa maka NKRI akan hilang diganti dengan Negara agama. Tentu saja pandangan seorang agamawan jebolan Gontor yang telah menghabiskan masa sarjana hingga doktoralnya di Universitas Islam Madinah itu tentulah bukan tanpa pengetahuan. Dalam beberapa konteks, nation-state (Negara bangsa) dengan khilafah sebetulnya tidak perlu saling menegasikan.
Mari kita lihat bagaimana pada tahun 912 M, di Spanyol ‘Abd al-Rahmân al-Nâsir mulai menggunakan gelar khalîfah. Padahal pada waktu yang sama kekhalifahan Bani ‘Abbâsiyyah masih berlangsung di bawah pengaruh Bani Buwaihi. Bahkan pada periode 912-1013, khilâfah Islâmiyah di Spanyol ini telah mencapai puncak kejayaan dan menyaingi Daulah ‘Abbâsiyyah di Baghdâd. Demikian pula halnya yang terjadi pada masa Dinasti ‘Utsmâniyyah di Turki. Pada masa pemerintahan Turki Utsmani berlangsung, berdiri dua pemerintahan Islam, yakni Dinasti Syafawi di Persia, dan Dinasti Mughal di India. (Badri Yatim, 2001)
Kemunculan Kerajaan Syafawi di Persia dan Dinasti Mughal di India yang menyaingi Dinasti Utsmani ini, memiliki konteks yang sama dengan kekhilafahan Islam di Spanyol, yakni keberlangsungan pemerintahan Islam secara bersamaan pada era yang sama, di tempat yang berbeda. Oleh karena itu, sebagaimana di Spanyol, kedua Dinasti ini juga dapat disebut sebagai “khilâfah Islâmiyyah”. Artinya adalah, pada masa itu terdapat begitu banyak pemerintahan Islam, sehingga jika pada konteks kekinian kekhilafahan dibentuk berdasarkan “kekhilafahan-kekhilafahan kecil”, maka itu tidak bertentangan dengan fakta historis di atas.
Demikian juga jika kita melihat bagaimana pandangan Anis Matta tentang symbol agama sebagai nama Negara. Anis Mengatakan “jika substansi telah cukup mewakili nama, maka tak perlu nama mewakili substansi tanpa menafikan nama”
PKS Memperjuangkan Masyarakat Madani
Adalah Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah UIN Jakarta yang merasa beruntung mendapat kesempatan mendalami PKS ketika diundang dalam Milad ke-10 sehingga bisa mengetahui apa sebetulnya tujuan Partai Islam terbesar di Indonesia itu.
Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan begini:
Negara Indonesia bagaimanakah yang dicita-citakan PKS? Jawabannya jelas dalam tujuan pendirian PKS: ”Tujuan didirikannya PK Sejahtera adalah terwujudnya masyarakat madani yang adil dan sejahtera yang diridhai Allah SWT dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. PK Sejahtera menyadari pluralitas etnik dan agama masyarakat Indonesia yang mengisi wilayah beribu pulau dan beratus suku yang membentang dari Sabang hingga Merauke”.
‘Masyarakat madani’. Inilah salah satu kata kunci untuk lebih memahami PKS. Apa yang dimaksud PKS dengan ‘masyarakat madani’? Masyarakat madani adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang berbasiskan pada: nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang keimanan; menghormati pluralitas; bersikap terbuka dan demokratis; dan bergotong royong menjaga kedaulatan negara.
Pengertian genuine dari masyarakat madani itu perlu dipadukan dengan konteks masyarakat Indonesia di masa kini yang terikat dalam ukhuwah Islamiyyah (ikatan keislaman), ukhuwah wathaniyyah (ikatan kebangsaan), dan ukhuwah basyariyyah (ikatan kemanusiaan) dalam bingkai NKRI”.
Dengan platform ini, sekali lagi, jelas, PKS tidaklah bertujuan membentuk ‘negara Islam’ atau yang semacamnya, melainkan bertujuan membentuk masyarakat madani. Jelas pula, masyarakat madani yang diinginkan PKS adalah masyarakat madani yang berbasiskan agama (religious-based civil society); bukanlah masyarakat sipil atau masyarakat kewargaan yang dalam sejumlah wacana tentang civil society tidak memiliki konotasi apalagi hubungan dengan agama. Konsep masyarakat madani yang akhir ini pada dasarnya merupakan teoretisasi dari pengalaman di Eropa Timur dan Amerika Latin.
Jadi, kita perlu paham bahwa yang diperjuangkan PKS adalah masyarakat madani. Sebuah kehidupan sosial bermasyarakat yang merujuk pada kehidupan pada masa Nabi di Madinah. Bukan lagi pada masa khilafah. Masyarakat madinah adalah masyarakat yang plural, terdiri dari beragam suku dan agama namun hidup bersatu dalam sebuah Negara yang konstitusional dalam sebuah konsensus bersama.
Jika masyarakat semacam ini menjadi inspirasi, tentu saja karena didasari religiusitas masyarakat kita, maka NKRI akan tetap ada, tetap berbhinneka tunggal ika. Jadi tidak perlu paranoid dengan gerakan Islamis democrat.
Partai Islam memperjuangkan idenya, sebagaimana partai selainnya juga memperjuangkan idenya. Semua berkontestasi di dalam pemilu yang sah dan konstitusional.
Jika sudah begitu, Kenapa kita harus curiga pada PKS?

Konflik Suriah & Mesir Sudah Digariskan Dalam Al Quran

By Unknown | At 22:46 | Label : | 0 Comments
 konflik dunia islam
dakwatuna.com – Jakarta.  Konflik yang terjadi di Mesir rupanya telah tertulis dalam Al Quran. Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, ayat Al Quran yang memprediksi konflik Mesir terdapat dalam Surat At-Tin ayat 1-3.
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota (Mekah) ini yang aman,” tutur Bachtiar membacakan terjemahan Surat At-Tin ayat 1-3, saat menjadi narasumber dalam Forum Solidaritas Muslimah Indonesia untuk Derita Mesir di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia, tadi malam.
Bachtiar berkata, tafsir dari surat tersebut adalah, “Demi bumi tin di Damaskus (Suriah), dan demi bumi zaitun di Palestina, dan demi bukit Thur yang ada di Sinai (Mesir). Dan demi kota Mekah yang aman.”
Jika dilihat dari kacamata sederhana surat At-Tin, lanjutnya, maka konflik yang terjadi di Suriah, Palestina, dan Mesir, adalah perang global yang sudah Allah takdirkan. Perang itu, kata Bachtiar, bahkan melibatkan seluruh dunia.
Karenanya, Bachtiar menilai, persoalan Mesir jangan dianggap sebagai konflik politik. Sebab, jika melihat persoalan tersebut dari sisi politik saja maka hati akan terasa kosong. Lebih dari itu, ia melihat Allah telah menyiapkan skenario besar dalam peristiwa ini.
Bachtiar meyakini, akhir dari konflik Mesir juga sudah termaktub dalam Surat Al-Qashshash ayat 5 yang menceritakan kisah Musa melawan Firaun.
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),” bunyi terjemahan dari Surat Al-Qashshash ayat 5.
“Pada akhirnya di ayat itu digambarkan orang-orang yang dilemahkan nanti akan dikuatkan dan diwariskan kekuasaan di Mesir,” tutup Bachtiar.

Inilah Pemenang Miss World Muslimah Yang Sholehah, Smart and Stylish

By Unknown | At 11:32 | Label : , , | 0 Comments
Sang pemenang Miss World Muslimah | Foto: Reuters
Vemale.com - Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan luar biasa. Dua kontes kecantikan besar dunia diadakan di bulan yang sama dan tanggal yang berdekatan, Miss World 2013 dan Miss World Muslimah. Malam final Miss World Muslimah sudah menemukan pemenangnya, Miss Nigeria.
Pertama Kali Diadakan Oleh World Muslimah Foundation  
Berbeda dengan Miss World yang mencari pemenang berdasarkan 'Beauty in Purpose', Miss World Muslimah mencari pemenang berdasarkan penilaian 'Sholehah, Smart and Stylish'. Wanita yang memenangkan kontes ini adalah Miss Nigeria, Obabiyi Aishah Ajibola, 21 tahun, dilansir oleh Dailymail.co.uk, Kamis (19/9).

Foto: Reuters 
Foto: Reuters
Acara yang diselenggarakan oleh World Muslimah Foundation diadakan di Jakarta. Sebanyak 500 muslimah dari seluruh dunia mendaftarkan diri sebagai peserta Miss World Muslimah. Dari jumlah tersebut, terpilih 20 kontestan yang mewakili negaranya.
Sholehah, Smart and Stylish
Sesuai tema ajang Miss World Muslimah, penampilan fisik bukan penilaian utama, 'Sholehah, Smart and Stylish' adalah kriteria yang dicari. Pengetahuan tentang agama Islam juga menjadi penilaian, tidak sekedar penampilan yang menarik saat memakai busana muslim.

Foto: EPA 
Foto: EPA
Dari foto-foto yang dirilis, Obabiyi Aishah Ajibola tampak terkejut dan terharu saat terpilih menjadi Miss World Muslimah pertama. Dia tidak bisa menutupi wajah terharu saat dipakaikan mahkota. Tampak bulir-bulir air mata bahagia jatuh di pipinya.

Foto: EPA 
Foto: EPA
Menanggapi kemenangan ini, ada beberapa komentar kurang sedap, terutama di situs luar negeri. Banyak yang mengatakan bahwa sang pemenang kurang cantik. Namun sekali lagi, bukan penampilan cantik yang menjadi kriteria Miss World Muslimah. Jika hanya cantik yang dinilai, bagaimana dengan kecantikan dari dalam dan kelebihan lain yang dimiliki setiap wanita?
Menurut tim Vemale, Obabiyi pantas menjadi pemenang, she's beautiful inside and outside. Selamat untuk Obabiyi yang sudah memenangkan gelar Miss World Muslimah.

From: http://www.vemale.com/fashion/berita/36123-inilah-pemenang-miss-world-muslimah-yang-sholehah-smart-and-stylish.html

Tuesday, 17 September 2013

Islam di Lima Negara Terunik di Dunia

By Unknown | At 00:54 | Label : , | 0 Comments
Islam merupakan agama dengan pengikut terbanyak di dunia ini. Kendati tidak ada data yang cukup akurat terkait persentase penduduk muslim dunia, pertumbuhan penduduk muslim di berbagai negara di dunia ini cukup mewakili bahwa Islam sudah “menjamur” di negara-negara sekuler sekalipun.

Ini Dia Tiga Universitas Islam Tertua di Dunia

By Unknown | At 00:51 | Label : , | 0 Comments
Satu sudut di kompleks Al Azhar, Mesir
REPUBLIKA.CO.ID, Pendidikan mendapat tempat yang sangat penting dalam Islam.  Banyak hadis Rasulullah yang menekankan pentingnya pendidikan. Karena itu, dalam sejarah Islam menempatkan aspek pendidikan dalam skala prioritas pembangunan.

16 Negara di Eropa Berpopulasi Muslim Terbesar dan Sejarah Masuknya

By Unknown | At 00:47 | Label : , | 0 Comments
Islam menjadi agama dengan pertumbuhan sangat cepat (populasi) di sejumlah Negara di Eropa. Populasinya berasal dari imigrasi dan angka kelahiran yang berada di atas rata-rata. Sekarang ini di antara Negara-negara di Eropa, jumlah populasi penduduk muslim terbesar berada di negara Prancis 5-6 juta jiwa, dan Jerman 3 juta -an.

Orang Nomor Satu paling berpengaruh di Dunia (NABI MUHAMMAD (570 SM - 632 SM))

By Unknown | At 00:28 | Label : , | 0 Comments

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.
 

Blogroll

Comment

Blogger templates

Copyright © 2012. Berita Oke77 - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Blog Bamz